RSS

MUSLIMAH YANG MODIS NAN SEKSI (bagian 2)

06 Mei

ImageGiliran bicara modis dan seksi, tampaknya terlalu terburu-buru jika harus mengakhiri pada tulisan sebelumnya. Memang benar sih, kata akhi Muhajirin kalau tulisan itu tidak tuntas. Dan kehidiran tulisan ini pun tidak akan juga dapat menuntaskannya. Di sini pun saya tidak akan membahasnya dari sudut pandang syariah yang bukan keahlian saya. Emang bidang keahlian saya apa sih? hehe…. Mua dibilang usilitas (ga tau ini bahasa apa, maksudnya ke-usil-an gitu), ya terserah deh. Yang penting saya menulis dengan senang dan plong menumpahkan muatan otak saya yang terlalu kerdil untuk menampung ide-idenya sendiri.

Pilihan berbusana muslimah memang sungguh hebat. Saya, andaikan seorang wanita belum tentu mau berbusana muslimah. Mana ribet, butuh banyak kain dan yang pastinya mahal lagi. Tapi jangan salah, lingerie yang hanya menutup bagian tertentu dari tubuh bisa lebih mahal dari busana muslimah lengkap bahkan dengan cadar dan jilbab lebar menjuntai sekalipun. Saya cukup yakin bahwa seorang wanita muslim yang tergerak berbusana muslimah memiliki pertimbangan dan alasan. Jika sebelumnya menggunakan pakaian terbuka kemudian beralih ke pakaian muslimah, pasti telah melewati konflik bathin sebelum menjatuhkan pilihannya. Tidak jarang kita dengar seorang wanita mengatakan belum siap menggunakan busana muslimah. Macam-macamlah alasannya, dan salah satunya yang pernah terlintas di sekitar kuping saya ada yang mengatakan “yang penting hati kita bersih, masalah pakaian hanya di luarnya saja dan tidak menjamin hati bersih”. Bukan kapasitas saya untuk menghakimi pendapat seperti ini, tapi saya tetap meragukan kebersihan hati yang dimaksud ketika menolak kebaikan. Saya juga setuju bahwa pakaian tidak menjamin kepribadian seperti ketidaksetujuan saya pada sosok manusia yang menjadi jaminan lebih mulia dari binatang.

Jika pilihan berbusana ‘muslimah seksi’ atas dasar keyakinan, mungkin saya harus menelusuri kembali dasar-dasar keyakinan saya. Bisa jadi saya keliru memahami dengan pikiran kerdil saya sehingga melihatnya sebagai yang patut di-usili. Maaf beribu maaf nih saudariku muslimah yang seksi lahir-batin. Bukan hendak melecehkan. Saya tidak cukup lancang memprotes pakaian dan merendahkan martabat ukhti hanya karena kejahiliyahan pikiran saya. Saya hanya ingin berbagi kegelisahan sebagai muslim laki-laki ketika memandang muslimah berbusana seksi. Entahlah apakah itu sungguh kegelisahan atau justru turut menikamati. Sebelumnya saya juga sudah mengatakan bahwa tidak akan menyarankan membuka busana seksi itu dan menggantinya dengan yang lebih terbuka.

Untuk tidak terjerumus dalam perbincangan yang memancing sewotisasi (ke-sewot-an, maksudnya), saya mencoba memandang busana muslimah yang modis plus seksi sebagai kategori unik. Yaahh, unik….! Betapa tidak, untuk menampilkan keseksian masih berusaha menggunakan kain berlebih. Padahal akan lebih praktis jika menggunakan pakaian minim agar aura seksinya (bukan Aura Kasih) lebih nampak. Tapi ini pilihan, jadi saya tidak ingin sembarangan menerka alasannya. Tapi tulisan ini memang hanya tulisan usil, jadi saya bebas dong mereka-reka arah tulisan saya tanpa terikat dengan dengan alasan di balik busana seksi -yang berlabel muslimah- sesungguhnya. Tapi memang betul-betul unik, dan inilah mungkin nilai lebihnya. Karena dari sudut pandang mata berbeda, busana muslimah yang seksi boleh jadi tampak lebih seksi daripada busana minim yang lebih dari setengah telanjang. Dan jika maksudnya menampilkan bodi seksi di balik busana muslimah ini, mungkin saya hanya ingin menitip pesan kepada para desainer untuk tidak lagi memberikan kategori ‘busana muslimah’ yang seperti ini. Peganglah kebebasan berekspresi Anda, dan tidak perlu mengaitkan karyanya dengan keyakinan tertentu. Untuk yang satu ini, saya menyampaikan rasa ketersinggungan saya yang sudah menetap pada keyakinan yang Anda catut.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei 2012 in Sekitar Kita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: