RSS

BERTINDAK TEPAT DI SAAT YANG ‘TIDAK TEPAT’

20 Mei

Bisa jadi ini adalah pikiran konyol dari seorang yang tidak punya rencana dan target yang jelas. Tetapi tidak menutup kemungkinan ini akan menjadi teori manajemen kontroversial yang menguras pemikiran para ahli untuk menguraikan titik-titik kekonyolannya tetapi kemudian berbalik memujinya karena menemukan sesuatu yang dahsyat dan luar biasa. Saya tidak dapat memastikan kapan ide ‘gila’ ini muncul dalam benak saya, tetapi saya ingin mengungkapkannya di sini sebelum semuanya pudar atau saya menganggapnya tidak ada sama sekali. Bagi saya ini penting karena tidak memiliki ilmu sama sekali tentang manajemen, malah mencoba mengacau di dalamnya dengan berpikir sesuatu yang ngawur. Penting karena memang tidak memiliki sesuatu yang lebih dari hanya sekedar berpikir aneh tanpa pertanggungjawaban rasional. Dan apalah artinya pikiran nagawur ini karena toh  tidak akan berpengaruh secara sosial maupun secara pribadi pada kewarasan saya –yang memang agak meragukan. Saya bukanlah orang sehebat Fulton J. Sheen yang mengatakan :

“Kesabaran adalah kekuatan. Kesabaran bukanlah tidak adanya tindakan; melainkan adalah ‘waktu’ menunggu pada waktu yang tepat untuk bertindak, untuk prinsip-prinsip yang tepat  dan dengan cara yang benar. “

Tetapi saya ingin meramu pemikiran ngawur ini sebatas kewajaran logika saya agar dapat diterima, setidaknya oleh pikiran saya sendiri. Jika Sheen mengatakan untuk menunggu saat yang tepat untuk bertindak, dan saat menunggu itu bukanlah saat yang tepat, maka saya berharap lebih. Saya percaya bahwa ketika Sheen menyatakan hal tersebut, maka sebelumnya dia telah menjadikan prinsip itu sebagai bagian dalam hidup dan tindakannya. Tetapi saya hanyalah seorang pemimpi, maka sudah pasti apa yang saya nyatakan di sini belum pernah saya buktikan. Tetapi akan menjadi istimewa jika pada saatnya ada orang yang bahkan sudah mendahului atau dapat membuktikannya tanpa sebelumnya menyatakan dengan teori yang hanya sebatas angan.

Waktu yang tepat untuk suatu tindakan sangat subyektif. Subyektif karena setiap orang boleh jadi mempunyai perhitungan yang berbeda berdasarkan kepekaan mengidentifikasi variabel-variabel dan kekhususan cara pengambilan tindakan.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2012 in Kontemplasi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: