RSS

RAMADHAN PUN BERLALU

13 Agu

Belum lepas bayangan di benak kita silang perbedaan penentuan awal Ramadhan 1433 (2012 M) Imageantara  
Jumat 20 Juli dan Sabtu 21 Juli, kini malam-malam indahnya telah berlalu tanpa terasa. Kita mungkin terlalu asyik menyibukkan diri untuk meraih keutamaan-keutamaannya sehingga malam-malam berlalu belum menuntaskan hasrat spiritual kita yang selalu haus mereguk cinta yang ditumpahkan ke bumi bersama datangnya Ramadhan. Bagai pengembara yang berjalan selama sebelas bulan, di Ramadhan ia menemui mata air yang bening dan sejuk untuk melepas dahaga dan membersihkan diri. Seperti Rasul mulia Muhammad SAW pernah berujar, andaikata ummatku mengerti rahasia Ramadhan itu, niscaya ia menghendaki sebelas bulan lainnya di-Ramadhan-kan. Maka sang pengembara pun menemui Ramadhan ini terasa terlalu singkat dan sangat berharap sepanjang tahun menjadi Ramadhan. Bagai rindu yang tidak akan pernah terpuaskan dengan hanya pertemuan, bahkan pertemuan itu semakin menggelorakan cinta, menghanyutkan diri ke asmaraloka yang membuatnya lupa segalanya. Tersadar begitu masa segera berlalu, kesedihan menyayat kesyahduan, tangis perih menatap gerbang perpisahan. Malam-malam terakhirnya seakan hendak dihabiskan tanpa jeda dengan puja-puji,  bersama pengharapan dan rasa takut yang mencekam seakan belum cukup laku tirakat menakzimkan bulan penuh berkah dan ampunan ini. Maka kecamuk bathin pun tumpah di alam iktikaf, hendak menghabiskan masa dengan berasyik-masyuk dengan Sang Pujaan.

Terlalu indah Ramadhan ini untuk dibiarkan berlalu, karena meskipun umur membawa kita berjumpa Ramadhan berikutnya, tidak akan pernah menggantikan nikmat Ramadhan tahun ini. Maka bagi sang penikmat ritual Ramadhan, tak ada celah untuk melewatkan ibadah. Beruntunglah orang-orang yang sempat melahap nikmatnya cita rasa Ramadhan seakan tak hendak menyisakan hingga tetes terakhir. Maka wajar jika mereka berharap Ramadhan berlangsung sepanjang tahun.

Namun sungguh disayangkan, tidak semua mampu menikmati. Boleh jadi karena kadar keilmuan dan keimanan yang belum cukup untuk membuka tirai rahasia Ramadhan. Tidak sedikit orang yang menganggap Ramadhan sebagai beban bahkan menjadi masa-masa yang menyiksa. Harapannya hanyalah agar Ramadhan segera berlalu dan datangnya Idul Fitri dinantikan dengan suka cita. Bukan untuk menyambut saat kemenangan, tetapi untuk menuntaskan segala hasrat yang terkurung selama Ramadhan. Baginya, Ramadhan adalah bulan penuh tekanan, pengekangan keinginan yang menjauhkan dari segala nikmat yang hendak dimanjakan.

Adapula yang menyambut Ramadhan dengan setengah hati. Di satu sisi sangat ingin meraih keutamaan-keutamaan Ramadhan. Apa daya tekad belum membulatkan semangatnya sehingga masih sempat melalaikan saat-saat terpenting yang seharusnya dapat mengangkat dirinya kepada level keimanan yang lebih tinggi. Bagi orang yang seperti ini, Ramadhan adalah medan perjuangan yang teramat berat. Ketika hawa nafsu hendak dimanjakan, masih sempat teringat dengan pesan-pesan Ramadhan untuk dapat menahan diri meskipun kendali kadang terlepas. Mungkin di suatu saat ia menemui dirinya sangat menikmati Ramadhan, bahkan sempat mengisi akhir sepertiga malamnya dengan ibadah yang khusyu. Tetapi keadaan kadang memalingkan hasrat ibadahnya dan menoleh pada keindahan duniawi yang sesaat. Dengan permohonan yang sungguh-sungguh mengharap pertolongan Allah SWT, kiranya dapat menolongnya meneguhkan diri untuk meraih setitik cinta di momen Ramadhan sehingga tersisa kenangan untuk tetap merindukan Ramadhan di tahun berikutnya.

Ramadhan pun dapat menjadi waktu yang sangat potensial meraih keuntungan duniawi bagi sebagian orang. Banyak pedagang menyambut Ramadhan dengan suka ria. Bukan untuk beribadah mengharap ridha Allah SWT, tetapi meningkatkan omzet penjualan yang dapat meningkat drastis di bulan ini. Maka para pedagang pun bersaing dengan segala macam strategi dagang untuk meraup keuntungan. Sungguhpun tidak ada larangan untuk itu, tetapi keuntungan hakiki dapat terlepas dari genggaman manakala tujuan Ramadhan sesungguhnya terlupakan.

Menjelang akhir Ramadhan tahun ini, kita memohon semoga mendapat yudisium dengan predikat Taqwa sehingga kita dapat menjalani bulan-bulan lainnya bagai Ramadhan sepanjang masa. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat menyambut Idul Fitri 1433 H. Mari kita rayakan dengan khidmat dan khusyu agar kemenangan itu sungguh menjadi nyata.

Salam,

Bun Yamin

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Agustus 2012 in Kontemplasi, Religi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: